[NWO Series] - [9] - MENUJU BABEL BESAR

SYARAT DAN KETENTUAN:
Seluruh artikel dalam catatan ini boleh disiar-ulangkan sebagai “back-up” kita semua, agar jika catatan ini dihapus oleh pihak tertentu, info mengenai artikel terkait masih dapat dibaca. Jika anda ingin meneruskan, mengkopi atau menjiplak artikel ini ke dalam tulisan atau forum atau blog atau website anda, sangat dianjurkan untuk mencantumkan sumbernya (sources) dari kami dan juga penerusnya (forwarders) sebagai penghormatan. Internet ada karena saling berbagi. 


MENUJU BABEL BESAR
Dulu, di surga Allah memiliki tiga malaikat utama yang melayani-Nya: Lucifer, Gabriel dan Mikhael. Dari ketiga malaikat tersebut, Lucifer adalah yang terdekat dalam hal melayani Allah, ia berada diantara kerub di gunung suci Allah yaitu diantara batu-batu permata, dan bertugas sebagai pemuji penyembah Tuhan (Yehezkiel 28:13-15). Lucifer begitu cantik dan sempurna. Namun karena kesempurnaannya itu, Lucifer akhirnya menjadi sombong dan berniat menyamai Yang Maha tinggi dan hendak duduk di takhta Allah (Yesaya 14:13), ia ingin disembah seperti Allah oleh segenap ciptaan-Nya termasuk oleh para bintang (malaikat). Namun belum juga niat tersebut terlaksana, Allah lebih dulu mengetahuinya dan segera menghentikan niat Lucifer itu, lalu Allah membuang Lucifer ke bumi dan kehilangan segala semarak kecantikannya menjadi iblis yang sangat buruk.

Sekalipun telah dibuang ke bumi, namun hal tersebut tidak menyurutkan hasrat iblis untuk disembah oleh segenap ciptaan Allah, iblis tetap berusaha sekuat tenaga agar ciptaan-Nya (terutama manusia) berada sepenuhnya di bawah kendalinya, ia ingin duduk di "tempat tinggi" dan disembah oleh SELURUH umat manusia.




Nama lain Nimrod: Gilgamesh, Baal, Melqart, Adonis, Eshmun, Dumuzi, Dionisus, Bacchus, Orion, Mithra, Apollo, Ra, Tammuz, Osiris

Sedikit demi sedikit iblis menipu manusia dengan berbagai penyembahan berhala yang pada dasarnya adalah penyembahan pada iblis, dan puncaknya adalah pada waktu iblis berhasil menguasai seluruh dunia melalui manusia perkasa di dunia yang bernama Nimrod (Kejadian 10:9).

Nimrod adalah seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan Tuhan, dalam bahasa Ibrani, nama Nimrod berarti "menentang Tuhan". Pada waktu itu Nimrod membawa seluruh manusia pada penyembahan iblis/Lucifer dengan membuat tatanan dunia yang mutlak di bawah kendalinya, ia menjadi diktator pertama yang memerintah dunia. Bukan hanya itu, iblis melalui Nimrod menjadi pemimpin sekaligus tuhan yang harus disembah oleh seluruh manusia. Untuk mendirikan pusat pemerintahannya, Nimrod membangun apa yang kita kenal sebagai menara Babel.




Menara Babel adalah sebuah menara atau kuil yang dibangun menggunakan batu bata bentuk Ziggurat (temple tower), yaitu bangunan berbentuk menara dimana bagian bawahnya lebih besar daripada bagian atasnya hingga menyerupai bentuk kerucut, limas atau piramida. Bangunan ini dibuat untuk tujuan penyembahan matahari (Lucifer/bintang timur) dan meninggikan Nimrod sebagai imam besar dari penyembahan matahari. Nimrod adalah seorang pemimpin besar yang memperkenalkan dirinya sebagai penjelmaan manusia dari dewa matahari.

Ini adalah permulaan dari penyembahan matahari dan penyembahan kaisar/raja, juga sumber dari semua agama penyembahan berhala. Pada saat itu, semua orang berbicara dalam SATU bahasa, SATU pemerintahan, SATU agama, dan SATU pemimpin yang sekaligus pemimpin agama dan politik.

Inti dari membangun menara Babel adalah membangun "menara yang puncaknya sampai ke langit" (Kejadian 11:3). Kata "langit" dalam ayat tersebut sebenarnya terjemahan dari kata "Surga" atau "Heaven", yaitu tempat dimana Allah bertakhta. Menara Babel adalah bentuk baru dari pemberontakan lama iblis yang bercita-cita untuk duduk di takhta Allah (Yesaya 14:13) dan kehausan iblis untuk disembah oleh seluruh umat manusia. Babel berasal dari kata "Bab-ilu" yang berarti "gate of god".

Ketika Nimrod mati, istrinya, Semiramis (yang juga adalah ibu dari Nimrod), mengklaim bahwa ia dihamili oleh dewa matahari (Nimrod) dan menghasilkan anak yang diberi nama Tamus. Semiramis memberitahu orang-orang bahwa Tamus adalah reinkarnasi dari Nimrod. Seperti kita ketahui bahwa Nimrod adalah titisan tuhan/dewa matahari maka Semiramis menganggap bahwa ia adalah ibu dari tuhan, sehingga akhirnya ia dan Tamus disembah sebagai pemujaan ibu-anak. Semiramis akhirnya dikenal sebagai ratu surga, ibu dari tuhan. Sedangkan Nimrod dikenal sebagai dewa matahari.

Rencana pendirian menara Babel ini menarik perhatian Allah, sehingga Allah turun ke bumi untuk melihat rencana besar iblis tersebut. Melihat rencana pemberontakan iblis yang akan menyeret seluruh umat manusia kepada penyembahan berhala, maka Tuhan mengakhiri mimpi iblis ini dengan mengacaukan bahasa penduduk Babel dan memaksa orang-orang Babel terpencar ke seluruh dunia seturut kesamaan bahasa baru mereka masing-masing.

Di tempat-tempat yang baru, penduduk bumi akhirnya membentuk kerajaan-kerajaan dan peradaban baru, namun demikian, penyembahan matahari yang diturunkan Nimrod dan penyembahan ratu surga yang diturunkan Semiramis tetap diteruskan sebagai penyembahan berhala yang berpengaruh bagi kerajaan-kerajaan penggantinya. Nama-namanya diubah sesuai dengan bahasa-bahasa baru yang diucapkan, dan ada adaptasi-adaptasi penyembahan setempat, tetapi pada dasarnya itu adalah penyembahan matahari yang sama yang dimulai oleh Nimrod.

Penyembahan matahari dan ibu anak ini begitu mendarah daging dalam diri setiap manusia, saat manusia mendirikan negara, kota, kerajaan atau kelompok baru maka dapat dipastikan penyembahan matahari tetap ada sekalipun dengan nama dan praktik-praktik yang berbeda. Babel mewakili ibu rohani dari agama-agama penyembahan berhala.





Mesir adalah peradaban yang sangat mewarisi penyembahan berhala menara Babel, dari mulai piramid, obelisk hingga ley line jalan-jalan Mesir merupakan sarana penyembahan matahari. Di Mesir dewa matahari dikenal sebagai Osiris.

Babel sebenarnya terus hidup disepanjang sejarah manusia, menanti saat yang tepat untuk kembali muncul dengan persiapan yang lebih matang sehingga tidak perlu menemui kegagalan lagi. Alkitab menulis dalam kitab Wahyu bahwa untuk beberapa saat Antikris dan nabi palsunya akan berhasil mendirikan "menara Babel", mereka akan menyatukan lagi umat manusia yang telah diserakkan Tuhan dengan mendirikan SATU sistem penyembahan politik, ekonomi dan agama di akhir zaman.

Yohanes menulis dalam kitab Wahyu tentang sistem Babel ini dengan kata-kata: Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel Besar, Ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi." (Wahyu 17:5)




PENYEMBAHAN MATAHARI ISRAEL
Israel sebagai bangsa pilihan Allah juga tidak luput dari penyembahan matahari. Sedikit demi sedikit iblis memasukkan kembali sistem Babel kepada kehidupan orang-orang Israel. Mereka akhirnya kembali kembali ke penyembahan Nimrod, ratu surga (Yeremia 7:18), menyembah Tamus (Yehezkiel 8:14) dan menyembah matahari (Baal).

"Kemudian dibawa-Nya aku ke pelataran dalam rumah Tuhan; sungguh, dekat jalan masuk ke bait Tuhan, di antara balai Bait Suci dan mezbah ada kira-kira dua puluh lima orang laki-laki, yang membelakangi bait Tuhan dan menghadap ke sebelah timur sambil sujud pada matahari di sebelah timur." (Yehezkiel 8:16).

Hingga saat ini, penyembahan matahari oleh bangsa Israel masih berlangsung, orang Yahudi memiliki hari besar bernama Birkat Hachama atau "Blessing of the sun" yang dilaksanakan setiap 28 tahun sekali berdasarkan perputaran agung matahari (machzor gadol). Birkat Hachama paling terakhir dilaksanakan pada 8 April 2009 (14 Nisan 5769) yang lalu, itu berarti akan diperingati kembali pada tanggal 8 April 2037 (23 Nisan 5797) yang akan datang.




Penyembahan Babel dan penyembahan matahari merajalela diantara orang-orang Israel, entah apa pikiran mereka, orang Israel telah menggantikan penyembahan kepada Allah yang benar kepada penyembahan berhala. Obelisk adalah lambang dari dewa matahari/baal /Nimrod.


IBLIS MENIPU DAN "MENGGUNAKAN" BANGSA ISRAEL
Iblis punya rencana besar, dengan tipuan dan jebakan, ia sedang menipu miliaran orang di bumi termasuk umat pilihan-Nya Israel. Bangsa Israel yang seharusnya menjadi berkat bagi bangsa-bangsa telah tertipu dan menjadi perusak bangsa-bangsa. Mengapa? Karena sebagian besar orang Israel tidak memiliki dasar yang kuat, mereka telah menyimpang dari Firman Tuhan yang benar, dan iblis melihat hal ini sebagai kesempatan untuk menggunakan mereka sebagai kaki tangannya dalam mewujudkan rencana besarnya di akhir zaman.

Umat yang sudah ditarik Tuhan keluar dari Babel kini ditarik kembali kepada "sistem Babel" (penyembahan berhala) dan menjadi wakil iblis untuk membangun Babel Besar/Tatanan Dunia Baru. Mereka kini menghalalkan segala cara untuk mewujudkan Tatanan Dunia Baru tersebut. Dengan pengaruh dan keuangannya yang tak terbatas mereka dapat mengatur seluruh dunia dan menciptakan berbagai konspirasi tingkat tinggi yang tujuan utamanya adalah mendirikan Tatanan Dunia Baru. Padahal, setelah iblis berhasil mendirikan Babel Besar kelak, ia akan mengkhianati orang Israel, ia akan berusaha memusnahkan semua orang Yahudi dengan penganiayaan dan pembunuhan yang sangat kejam seperti belum pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi lagi di bumi ini (Daniel 9:27) dan barulah Israel akan menyadari bahwa tatanan dunia dan kedatangan mesias yang telah dipersiapkannya itu adalah kesalahan besar.


SIAPA YANG DAPAT MENGHENTIKAN YEHUDA?
Akhir sepak terjang orang Yehuda sebenarnya sudah dinubuatkan oleh Yakub (Israel) saat ia memberkati Yehuda. Yakub berkata: "Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa." (Kejadian 49:9-10).

Dalam terjemahan Ibrani, kata-kata "sampai dia datang yang berhak atasnya" ditulis: "sampai datang Syiloh". Kata Syiloh (Shiloh, Ingg) berarti Silo dalam bahasa Indonesia. Silo adalah sebuah kota di Efraim sebelah utara Betel (I Samuel 1:3). Namun dalam bahasa Ibrani, kata Syiloh berarti: Ketenangan, sentosa, orang yang suka damai, pembawa damai, perdamaian atau manusia damai, yang kesemuanya merupakan gelar untuk Mesias. Jadi suku Yehuda akan tetap menjadi pemimpin bangsa Israel (dengan menghasilkan raja-raja mereka) sampai kelak datang Mesias yang akan menjadi akhir kepemimpinan Yehuda.

Nubuat tersebut sudah digenapi, yaitu setelah Syiloh datang, pada waktu kelahiran Yesus Kristus, maka pada tahun 70 M Yehuda dan Yerusalem dihancurkan oleh Romawi. Semua tongkat kerajaan telah meninggalkan Yehuda. Namun yang menjadi masalah adalah sebagian besar keturunan Yehuda (dan seluruh Israel) tidak mengakui Yesus sebagai Mesias mereka. Mereka menolak Yesus.

Orang Yehuda dan sebagian besar orang Israel masih menantikan Mesias/Syiloh. Lalu Syiloh manakah yang akan menghentikan mereka? Antikris, sebagai mesias palsu yang akan menghentikan sepak terjang Yehuda di akhir zaman. Hanya antikris yang sanggup menghentikan orang-orang Yahudi/Yehuda. Antikris akan datang seperti layaknya Mesias sungguhan, ia datang membawa damai bagi seluruh dunia (digambarkan sebagai penunggang kuda putih, Wahyu 6:1-2), Antikris akan dikenal sebagai manusia damai (Syiloh) di tengah-tengah dunia yang kacau balau, ia akan menyelesaikan masalah-masalah ekonomi global, ia akan menyelamatkan dunia dari krisis sehingga pada akhirnya seluruh dunia akan melihat bahwa ia adalah Mesias yang telah ditunggu-tunggu.



Orang-orang Israel/Yehuda juga akan tunduk kepada Antikris, sebab ia akan mendamaikan Israel dengan musuh-musuhnya, ia akan membantu orang Yahudi membangun Bait Allah III, ia juga akan menjadi penengah penyelesaian masalah batas-batas wilayah Israel dan penolong Israel di tengah antisemitisme yang meningkat di akhir jaman, sehingga mereka akan menyangka bahwa inilah Mesias Israel yang telah lama dinubuatkan kedatangannya. Selain pembawa damai, Antikris juga sangat berkuasa, ia datang dengan berbagai tanda ajaib sehingga orang-orang Yahudi berkuasa sekalipun akan tunduk kepadanya. Inilah Syiloh gadungan yang akan menghentikan sepak terjang orang-orang Yehuda.

Antikris adalah pribadi yang ditentukan Tuhan untuk menghentikan tindak-tanduk sebagian besar orang Yahudi yang telah merusak dunia ini dan menolak-Nya. Yehezkiel pernah menulis perkataan Tuhan: "Puing, puing, puing akan Kujadikan dia! Inipun tidak akan tetap. Sampai ia datang yang berhak atasnya, dan kepadanya akan Kuberikan itu." (Yehezkiel 21:27)

"Dia" di sini adalah kota Yerusalem, ibu kota Israel, pusat dunia. Seseorang telah dipilih untuk menghukum kejahatan Israel, dialah Antikris. Awalnya ia akan datang menolong Israel dengan suatu ikatan perjanjian yang kuat (Yesaya 28:15), dan sebagai balasan Israel akan menyerahkan seluruh kedaulatan negaranya kepada Antikris. Kemudian Israel akan menjadi anak emas Antikris untuk beberapa saat, ia akan membantu pemulangan semua orang Israel, Antikris akan membangun kembali dan mengembalikan Yerusalem sebagai milik Israel dan membangun Bait Allah III. Namun tanpa disadari, ini adalah puncak penghukuman Tuhan terhadap Israel, di tengah-tengah masa perjanjian antara Antikris dengan Israel, Antikris akan menghianati perjanjian tersebut, yang tadinya penolong kini akan membinasakan Israel.

Antikris menolong Israel bukan karena ia simpati terhadap orang Yahudi, namun karena ia berkepentingan atas Yerusalem, ia telah lama mengincar Bait Allah III di Yerusalem sebagai takhtanya untuk menyamai Yang Maha Tinggi dan akan disembah oleh seluruh manusia. Dua pertiga orang Israel akan mati dalam penghianatan ini (Zakaria 13:8), sisanya akan diuji sampai didapati orang-orang Israel yang sungguh-sungguh bertobat yang akan Tuhan selamatkan.

"Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi Tuhan, Allah mereka..." (Hosea 1:7a) "Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari Tuhan, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gemetar kepada Tuhan dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir." (Hosea 3:5)

Kesimpulannya, Tatanan Dunia Baru adalah persiapan dunia menuju masa Pemerintahan Antikris di akhir zaman. Ini merupakan salah satu tanda profetik kedatangan Tuhan yang kedua yang terdiri dari Satu Pemerintahan Dunia dan Satu Pemimpin Dunia. Lambang-lambang dalam simbol Tatanan Dunia Baru/The Great Seal mewakili segala persiapan mesianik dunia, yaitu persiapan antikris-antikris untuk menyambut mesias mereka, Antikris.

"Mata Satu" dalam segitiga adalah yang paling menentukan, itu adalah simbol dari mata Lucifer di akhir zaman yang duduk di tingkatan paling atas dari Babel Besar, iblis percaya bahwa ia pada akhirnya akan mencapai tujuannya untuk disembah seperti Yang Maha Tinggi (Yesaya 14:12-14), mengawasi seluruh dunia dan disembah oleh seluruh umat manusia.

"yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah." (II Tesalonika 2:4)




Simbol-simbol penyembahan matahari/Nimrod/Lucifer di berbagai kota dunia:

1. Obelisk
Pengaruh antikris-antikris dalam mempersiapkan Tatanan Dunia Baru sudah mendunia, yang mempromosikan Tatanan Dunia Baru bukan lagi monopoli orang-orang Yehuda, melainkan sudah dilakukan oleh seluruh bangsa, mereka adalah orang-orang berpengaruh, pemimpin politik, pemimpin agama hingga para publik figur. Salah satu contoh simbol penyembahan matahari adalah tugu Obelisk. Tugu penyembahan matahari ini hampir ada di setiap negara di dunia ini, ditempatkan di titik-titik pusat kota atau pusat pemerintahan di dalam Ley Line (jalan-jalan kota yang membentuk jalur-jalur yang menghasilkan simbol-simbol rahasia).



Kebanyakan Obelisk yang ada adalah tugu buatan peradaban modern, namun beberapa lagi merupakan obelisk asli yang didatangkan langsung dari Mesir, seperti obelisk Place de la Concorde di Paris. Peradaban Mesir kuno setidaknya meninggalkan 30 tugu Obelisk, tujuh diantaranya masih berada di Mesir hingga saat ini, 13 Obelisk yang lain berada di berbagai kota di Roma, sedangkan 10 Obelisk sisanya berada di berbagai kota di dunia seperti: Paris, London, New York, Istambul, Florence, Urbino (Italia), Catania (Sisilia), Wimborne (Inggris), Arles (Perancis) dan Caesarea (Israel).

Obelisk adalah sebuah tugu/monumen tinggi, ramping, bersisi empat dimana pada bagian puncaknya berbentuk piramida. Obelisk purbakala biasanya terbuat dari monolit solid atau batu tunggal, sedangkan obelisk modern dibangun dari batu dan memiliki ruangan di dalamnya.



Obelisk adalah sarana penyembahan matahari, dimana pada bagian puncaknya sebagai patokan posisi matahari. Mengingat penempatan Obelisk Mesir dan Obelisk buatan tidak sembarangan, melainkan ditempatkan di pusat-pusat pemerintahan, di ibukota atau kota besar, dan di dalam formasi ley line rahasia, maka dapat dipastikan pembuatan/penempatan Obelisk tersebut bukan suatu kebetulan semata. Ini merupakan salah satu jejak bahwa para globalis telah menguasai seluruh dunia, mereka ada di negara manapun dan siap menyatukan negara-negara mereka untuk mendirikan Tatanan Dunia Baru. Prinsipnya masih sama, yaitu penyembahan matahari/Lucifer.




PENYEMBAHAN MATAHARI
Bangunan-bangunan, tugu-tugu peringatan, jalan-jalan (Ley Lines) hingga kolam di pusat pemerintahan AS, Washington DC  dibangun berdasarkan garis-garis yang sangat presisi menghadap matahari, persis seperti Ley Line pada bangunan-bangunan penyembahan matahari Mesir. Jika kita berada di Lincoln Memorial, maka jika kita menghadap tepat ke arah Timur (arah umum matahari terbit) dan akan menemukan garis lurus ke arah Obelisk dan Capitol Building.



Berhubung Washington DC berada sangat jauh dari garis khatulistiwa, maka matahari tidak terbit tepat di arah Timur, namun setiap tanggal 4 Juli tiap tahun (tanggal kemerdekaan AS) maka sinar matahari akan menyentuh ujung Obelisk di tepi sungai dan membuat Capitol Building dan Jefferson Memorial seolah bersatu dengan matahari. Ini karena Washington DC dibangun oleh para Mason yang juga ahli astronomi.



Lalu, jika musim dingin tiba maka titik balik matahari akan berada di posisi kuning (tgl 21 Desember), matahari tepat berada di atas sungai Potomac. Ketika ketinggian matahari setinggi Obelisk maka akan menghubungkan Lincoln Memorial dengan Jefferson Memorial.


[Bersambung]
Next : [NWO Series] - NEW WORD ORDER [10] - DUNIA YANG DI-SATU-KAN [TAMAT]


|> Babel Besar adalah nama yang diberikan Alkitab untuk tatanan dunia yang dipengaruhi oleh praktek penyembahan berhala yang tampak nyata pada peristiwa-peristiwa di akhir jaman. Sekali dibangun kembali, "Kota Besar Babel" akan menjadi tahta iblis, di satu kota ini hanya akan ada SATU pemerintahan, SATU agama, dan SATU sistem perdagangan dunia ... 666. [...]


CATATAN : MAAF JIKA ARTIKEL INI ADA SANGKUTPAUTNYA DENGAN BEBERAPA AGAMA DAN MAAF JUGA JIKA KEBANYAKAN NYA ITU DARI ALKITAB, AGAMA SAYA ISLAM, AKAN TETAPI SAYA TETAP MENGHORMATI KITAB KITAB PEMBERIAN ALLAH, SALAM DAMAI

SETELAH INI ADA NWO FINAL SERIES [TAMAT] 
TETAP SETIA SAMA BLOG INI YA ! 

No comments

Berkomentarlah dengan sopan dan santun

© Copyright Indtruth 2015. Powered by Blogger.