Ular Kembar Siam (Berkepala 2, 3, 5, 7 dan 10) !


Kisah :

Beredar foto-foto Ular Kembar Siam (Berkepala 2, 3, 5, 7 dan 10) dan disebut bahwa ular itu adalah asli karena tampak masih hidup!

Hoax atau Fakta :
Sangat Hoax, hanya olah digital dengan editing gambar.

Analisa :

Tentang Ular

Ular adalah reptil yang tak berkaki dan bertubuh panjang. Ular memiliki sisik seperti kadal dan sama-sama digolongkan ke dalam reptil bersisik (Squamata). Perbedaannya adalah kadal pada umumnya berkaki, memiliki lubang telinga, dan kelopak mata yang dapat dibuka tutup. Akan tetapi untuk kasus-kasus kadal tak berkaki (misalnya Ophisaurus spp.) perbedaan ini menjadi kabur dan tidak dapat dijadikan pegangan.

Selebihnya mengenai Ular dan Jenisnya, dapat anda simak di :
http://id.wikipedia.org/wiki/Ular

Ular Berkepala Dua

Ular kepala-dua adalah sejenis ular primitif yang tidak berbisa. Dinamai demikian, karena perilakunya manakala merasa terganggu, ular ini menegakkan ekornya seolah-olah di situlah letak kepalanya pada kenyataannya kepala yang sesungguhnya disembunyikannya di bawah gulungan badannya.

Ular ini juga dikenal dengan nama-nama lain seperti, oray totog atau oray teropong (Sd.), majara (Toraja), ular gelenggang, dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris disebut dengan nama Red-tailed Pipe Snake atau Common Pipe Snake, sementara nama ilmiahnya adalah Cylindrophis ruffus (Laurenti, 1768).

Jadi dengan kata lain, Ular ini Kepalanya hanya satu, hanya saja untuk mengelabui musuh atau untuk mengantisipasi gerakan makhluk lain, Ular ini menipu dengan menunjukkan Ekor sebagai Kepala (dikarenakan Ekor dan Kepala memang sangat mirip).

Foto Ular Kepala Dua dari Bogor :


Mengenai Ular Kepala Dua ini, Anda dapat simak di :
http://id.wikipedia.org/wiki/Ular_kepala-dua

Mengenai Red Tailed Pipe Snake, dapat anda simak di :
http://www.ecologyasia.com/verts/snakes/red-tailed_pipe_snake.htm

Ular Kembar Siam

Kembar siam sering kita dengan sebagai istilah kelahiran bayi yang memiliki kelainan lahir berupa dempet atau tergabung jadi satu. Tidak semua kasus kembar siam bisa dipisahkan karena dalam beberapa kasus bayi kembar siam tidak mungkin dipisahkan karena dianggap beresiko tinggi bahkan salah satu atau keduanya bisa terancam meninggal karena operasi pemisahan tersebut. Nah kini beda ceritanya bukan kasus kembar manusia yang kami angkat melainkan kembar siamnya hewan, ternyata ada memang ada.

Tetapi sangat sedikit sekali jumlahnya. Ini tak berbeda dengan Kembar Siam pada Manusia, hanya penyebab Abnormal saat kelahiran (atau Calon Telur).

Ular Kembar Siam (Kepala Dua atau Lebih), Ular jenis ini memang ada di alam sana dan kemunculannya mulai sering, seperti kemunculan hewan-hewan yang terlahir berkepala dua lainnya.

Tidak seperti biasanya jika ular normal kemunculannya merupakan hal biasa bagi orang, tapi kemunculan si kepala dua ini bisa bikin orang stress, tapi sebenarnya sosoknya cukup memikat hati. Sesungguhnya ular berkepala dua merupakan hewan kembar siam, yang menempel satu sama lain melalui organ-organ atau bagian tubuh mereka. Ini artinya mereka nempel dengan saling berbagi organ, salah satu kepalanya merupakan parasit bagi lainnya.

Meski ular berkepala dua ini harus saling berbagi bagian tubuh, kedua kepalanya tidak begitu saling "memahami" satu sama lain sehingga menganggap segala sesuatunya secara individual. Jadi seringkali mereka berada pada situasi dimana mereka harus bertarung saat menemukan makanan. Karena kepala mereka berbagi satu tubuh dimana juga berbagi organ yang sama, saat kepala yang satu makan, maka kepala yang lainnya akan juga merasa kenyang. Mungkin ini yang tidak dipahami kepala yang tidak makan saat merasa kenyang juga sementara dia tidak melakukan apa-apa.

Satu masalah lagi selain saat makan, yaitu saat menentukan kemana arah harus berjalan. Karena mereka memiliki masing-masing otak yang mungkin saja menerima informasi yang berbeda sehingga yang terjadi salah satu kepala akan selalu dominan menarik kepala yang lainnya pada arah yang lain.

Lahirnya kembar siam seperti ini terjadi saat pembelahan embrio pada proses pembentukan menjadi kembar identik, entah untuk suatu alasan tertentu sebelum kelahirannya pembelahan tersebut tidak selesai. Titik dimana embrio berhenti membelah bervariasi sehingga ular-ular ini bisa nyambung di mana saja di bagian tubuhnya. Studi pada ular-ular ini menunjukkan bahwa hampir seluruh ular berkepala dua mengalami kesulitan dalam lingkungannya.

Jika beruntung, ular berkepala dua bisa mencapai usia hingga dua puluh tahun atau lebih dengan kepala sebelah kanan biasanya menjadi lebih dominan dalam pengambilan keputusan, entah saat harus ke arah mana berjalan hingga mangsa apa yang akan dijadikan makanan.

Beberapa Foto Ular Kembar Siam yang Asli :











Nah, Selain Ular-Ular Abnormal yang kami terangkan diatas, tidak ada lagi ular kembar siam lainnya yang Hidup dalam kondisi Normal. Baik itu Ular kepala 3, 5, 7 atau 10.

Contoh Klaim yang sudah terbukti Hoax :

Klaim Ular Kepala Tujuh

Seekor ular dalam satu tubuh memiliki 7 kepala. Diketahui gambar tersebut diambil di Kawasan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia. Berdasarkan foto tersebut, ular yang mirip jenis kobra itu berada di samping jalan beraspal. Dan jauh dibelakang ular tersebut terlihat mobil truk melintas dan kerumunan warga. Ini sudah dipastikan Hoax.

Klaim Ular Kepala Lima

Foto ular kobra berkepala 5 dari Campus Mangalore, Karnataka, India. Foto ini juga sudah terbantahkan oleh foto aslinya yang diperoleh dari peternakan ular di Thailand pada tahun 2003.

Kesimpulan :

Foto olah digital dari foto ular berkepala Satu menjadi berkepala tiga, tujuh, delapan bahkan 10, olah digital ini dapat dilakukan hanya dengan teknik sederhana dalam aplikasi pengolah gambar Photoshop atau Editor Gambar lainnya, yakni teknik kloning atau Stamp.

Hal-hal aneh dan dianggap heboh memang mudah ditemukan di internet, foto atau gambar aneh dan heboh itu kemudian berpindah dari satu laman web ke banyak laman web lainnya. Apalagi sejak BBM tren, foto atau gambar aneh dan heboh di internet kemudian diedarkan kembali di BBM, lengkap dengan komentar orang yang mengunggahnya, maka jadilah isu yang terus berkembang tanpa diketahui kebenarannya.

Jadi, bijaklah dalam menyikapi segala hal yang ada.

Referensi :
  • Dari berbagai sumber.
  • -

Semoga bermanfaat, terimakasih. 


Posting Komentar

0 Komentar